Info - info

Tuberkulosis Paru






TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Mereka yang secara medis dan ekonomis kekurangan di dunia, tuberkulosis merupakan penyebab kematian  utama kematian. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lainnya. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia 1,7 milyar orang yang terinfeksi, dengan 8 hingga 10 juta kasus baru dan 3 juta kematian per tahun. WHO memperirakan tuberkulosis menyebabkan 6% dari seluruh kematian di seluruh dunia, yang menyebabkan menjadi penyebab tersering kematian akibat infeksi tunggal.
Kuman TBC berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh, kuman ini dapat dormant (tertidur lama) selama beberapa tahun. 
Orang-orang yang beresiko tinggi terkena TBC adalah: orang yang sering kontak dengan penderita TBC aktif, orang tua dan atau manula, anak kecil dan balita, orang yang defisiensi imun (termasuk HIV/AIDS), orang yang terkena infeksi lain, orang yang salah gizi (malnourished) dan atau kurang gizi (undernourished), orang yang bekerja berat, dan orang yang punya penyakit metabolic 
Di dunia barat, kematian akibat tuberkulosis memuncak pada tahun 1800 secara terus menerus turun sepanjang 1800-an sampai dan 1900-an Bamun, pada tahun 1984 peneurunan pada kasus baru berhenti mendadak, suatu perubahan yang terjadi akibat peningkatan insiden tuberkulosis pada pengidap infeksi HIV. Saat ini diperkirakan sekitar 25.000 kasus baru dengan tuberkulosis aktif terjadi di Amerika serikat setiap tahun, dan hampir 40% terjadi pada imigran dari negara yang prevalensi tuberkulosisnya tinggi.


Sumber:

Amin dan Bahar. 2006. Tuberkulosis Paru. Dalam : Soeparman dan Waspadji. Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal: 715-726.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2002. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. 2nd ed. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, hal: 8-53.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2007. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis DepKes RI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia, hal: 13-35.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Yupz, tanks infonya bro.. Dapat sebagai info tambahan nih

Posting Komentar